CIRI DAN KARAKTER WIRAUSAHA
Pada prinsipnya seorang wirausaha itu adalah orang yang memiliki mental dan moral baik di dalam segala hal. Berani mengambil risiko tidaklah cukup sebagai ciri dari wirausaha. Tetapi lebih dari itu, wirausaha adalah seorang yang agamis*. Pengertian agamis nampaknya cukup mewakili karakter seorang wirausaha. Kita telaah pengertian agamis tersebut. Kita samakan dulu persepsi tentang Agamis.
Agamis adalah orang yang beragama. Di dalam ajaran agama terdapat moral-moral baik yang harus ditanamkan. Agama mendoktrin kepada kita supaya kita dapat melakukan hubungan baik dengan Tuhan (Causa Prima); hubungan baik dengan Alam lingkungan; dan hubungan baik dengan Manusia lainnya.
Agar dapat melakukan hubungan baik dengan Tuhan maka kita harus berserah kepada Nya, dengan jalan Taqwa artinya selalu menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi segala larangan Nya. Jadi ciri pertama manusia wirausaha adalah bertaqwa. Apa -apa saja yang harus dijalankan (diamanatkan) oleh Tuhan kepada manusia yang bertaqwa, tidak lain adalah berkata jujur, penuh integritas. Jujur saja tidak cukup tetapi integritas melebihi dari pada jujur. Integritas dapat berarti yang dikatakan sama dengan yang ada di dalam hatinya (tidak munafik). Orang yang integritasnya tinggi, maka akan memiliki keberanian untuk melangkah, karena dia meyakini bahwa tiada satupun yang perlu ditakuti kecuali Tuhan Allah, semesta alam. Sehingga dia hanya takut sama Allah S.W.T. yang lainnya tidak perlu ditakuti. Dia meyakini bahwa hanya Allah yang bisa menolongnya, keberhasilan dan kegagalan adalah urusan Allah. Segala perbuatan pasti ada risikonya. Dia percaya diri dan berani mengambil risiko, tidak pernah putus asa, selalu mensyukuri apa yang dihasilkan (tidak serakah seperti yang digambarkan oleh orang-orang bahwa wirausaha itu selalu tidak puas dan ingin meraih segalanya sehingga menghalalkan semua cara). Dalam konteks ini bukan berarti dia diam setelah mendapatkan keuntungan, tetapi dia akan berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari hari -hari sebelumnya. Untuk itu dia harus proactive tidak reaktif. Berpikir tentang laba (profit) dan benefit (tidak hanya profit). Dia juga memiliki visi yang kuat yakni masa depan.Masa depan dia adalah kematian. Jadi sukses seorang wirausaha adalah kematian yang husnul khotimah, atau meninggalkan hal-hal yang baik bagi masyarakat.
Itulah ciri dan karakter dari wirausaha, kita sambung ke tema lainnya.
Selamat membaca!!!
Kamis, 08 Maret 2012
KEWIRAUSAHAAN
Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu tersendiri. Mengapa menjadi suatu disiplin ilmu karena di dalamnya mengandung konsep (teori) yang dapat diuji secara ilmiah. Suatu konsep bila dapat diuji secara ilmiah berisi tentang teori maka dapat disebut juga suatu disiplin ilmu.
Kewirausahaan berasal dari kata Wira = berani; Usaha = bertindak; mendapat awalan ke dan akhiran an dalam kaidah Bahasa Indonesia kombinasi ke-an artinya sifat; seperti halnya bahasa Inggris kata ship dalam konteks leader (leadership = kepemimpinan); entrepreur (entrepreneurship =kewirausahaan) dll. Jadi kalau istilah tersebut digabung menjadi kewirausahaan akan berarti sifat-sifat yang dimiliki wirausaha atau lebih lengkap adalah sifat yang dimiliki oleh orang yang berani bertindak. Kewirausahaan juga sebuah ilmu pengetahuan yang mengajarkan orang untuk berani berusaha. Tentu saja di dalamnya berisi tentang hakekat menjadi manusia berani berusaha. Suatu hakekat akan mengajarkan nilai-nilai universal kehidupan manusia. Orang yang belajar tentang kewirausahaan kemudian yang bersangkutan dapat mengamalkannya dengan baik, maka akan menjadi seorang wirausaha.
Dalam konsep Dasar Kewirausahaan yang perlu dipahami dan dikuasai adalah sebagai berikut :
- Ciri dan karakter Wirausaha
- Nilai-nilai yang harus dimiliki oleh SeorangWirausaha
- Pemahaman terhadap Kebutuhan Dasar Wirausaha
- Pencaharian dan Kepekaan dalam Menangkap Peluang Berusaha
- Memulai melakukan Usaha.
- Tujuan untuk mencari Profit dan Benefit.
Beberapa hal di atas akan dijelaskan satu persatu dalam bahasan tersendiri.
Selamat membaca
Jumat, 02 Maret 2012
MEMAHAMI GOOD CORPORATE GOVERNANCE
Good Corporate Governance atau GCG adalah suatu sistem, struktur yang memaksa suatu perusahaan melakukan tata kelola perusahaan yang baik. Prinsip-prinsip GCG adalah TARIF yang akronim dari T berarti Transparansi ,A=Akuntabilitas; R=Responsibilitas; I=Independen; F=Fairness. Arti Transparansi adalah semua memerlukan keterbukaan, manajemen yang terbuka, sistem yang terbuka, informasi yang terbuka; Akuntabilitas adalah tanggung gugat artinya semua informasi yang dikeluarkan dapat dipertanggung jawabakan secara hukum; Responsibilitas adalah pertanggung jawaban. Independen artinya tidak dalam keadaan tertekan, semua dilakukan berdasarkan kemandirian dan Fairness adalah kewajaran atau keadilan.
Sabtu, 11 Februari 2012
Menghadapi Pemimpin Sulit
Apakah anda sekarang menjadi bawahan seorang kepala bagian yang sulit? Apakah anda seorang pemimpin yang selalu menyulitkan anak buah?
Jika anda menjadi bawahan seorang yang sulit. Mungkin beberapa tip ini bisa membantu anda untuk menghadapi orang yang sulit.
1. Bersikaplah seolah anda belum mengerti apa yang disampaikan ketika dia menyampaikan sesuatu. Meskipun anda mengerti apa yang dia ucapkan. Pada umumnya pemimpin sulit itu merasa dirinya paling pinter.
2. Turuti kemauannya sepanjang anda mampu. Jadi jika dia perintahkan sesuatu jangan anda menolak karena penolakan anda akan membuat dia menjadi otoriter yang berlebihan.
3. Sanjung dia sebatas sanjungan terhadap manusia yang seharusnya. Jangan berlebihan!!! Misalnya :" Bapak ini memang pinter, semua bisa dibereskan. Tidak pernah saya bayangkan. Saya menjadi pinter karena bapak"
4. Berdoalah kepada Tuhan agar diberikan kemudahan selama menjadi anak buahnya, atau kalau bisa mudah-mudahan dia dipindah di tempat lain, sehingga tidak menjadi pemimpin anda.
Jika anda seorang pemimpin yang menyulitkan anak buah. Maka tip tip manajemen ini mungkin dapat berguna bagi anda :
1. Selalu berpikir bahwa anda bukan orang yang super. Kerja anda berhasil karena semua pihak termasuk anak buah. Maka berbaiklah kepada semua anak buah.
2. Berpikirlah bahwa anak buah adalah sumber inspirasi. Dia adalah pendukung kinerja anda. Berbuatlah empati pada mereka. Jika anak buah sakit, maka berikan perhatian yang cukup dengan cara anda.
3. Tersenyumlah selalu kepada semua termasuk anak buah apalagi saat anda memerintahkan sesuatu untuk dikerjakan anak buah. Jangan otoriter.
4. Jika anda tidak bisa melakukan keempat-empatnya segera mengundurkan diri dari kursi anda sebagai seorang pemimpin sebelum anak buah melukai atau membunuh anda!!
Jika anda menjadi bawahan seorang yang sulit. Mungkin beberapa tip ini bisa membantu anda untuk menghadapi orang yang sulit.
1. Bersikaplah seolah anda belum mengerti apa yang disampaikan ketika dia menyampaikan sesuatu. Meskipun anda mengerti apa yang dia ucapkan. Pada umumnya pemimpin sulit itu merasa dirinya paling pinter.
2. Turuti kemauannya sepanjang anda mampu. Jadi jika dia perintahkan sesuatu jangan anda menolak karena penolakan anda akan membuat dia menjadi otoriter yang berlebihan.
3. Sanjung dia sebatas sanjungan terhadap manusia yang seharusnya. Jangan berlebihan!!! Misalnya :" Bapak ini memang pinter, semua bisa dibereskan. Tidak pernah saya bayangkan. Saya menjadi pinter karena bapak"
4. Berdoalah kepada Tuhan agar diberikan kemudahan selama menjadi anak buahnya, atau kalau bisa mudah-mudahan dia dipindah di tempat lain, sehingga tidak menjadi pemimpin anda.
Jika anda seorang pemimpin yang menyulitkan anak buah. Maka tip tip manajemen ini mungkin dapat berguna bagi anda :
1. Selalu berpikir bahwa anda bukan orang yang super. Kerja anda berhasil karena semua pihak termasuk anak buah. Maka berbaiklah kepada semua anak buah.
2. Berpikirlah bahwa anak buah adalah sumber inspirasi. Dia adalah pendukung kinerja anda. Berbuatlah empati pada mereka. Jika anak buah sakit, maka berikan perhatian yang cukup dengan cara anda.
3. Tersenyumlah selalu kepada semua termasuk anak buah apalagi saat anda memerintahkan sesuatu untuk dikerjakan anak buah. Jangan otoriter.
4. Jika anda tidak bisa melakukan keempat-empatnya segera mengundurkan diri dari kursi anda sebagai seorang pemimpin sebelum anak buah melukai atau membunuh anda!!
Selasa, 12 Oktober 2010
KARIR PLANNING das sein , das sollen
Karir Planning disebut juga perencanaan karir. Karir selalu dihubungkan dengan jenjang jabatan seorang karyawan menuju ke jabatan yang lebih tinggi. Bagian yang bertanggung jawab tentang perencanaan karir ini adalah Bagian SDM. Bagi Bagian SDM, pekerjaan menyusun perencanaan karir karyawan memang tidak mudah, karena di dalamnya banyak ditemukan kompleksitas permasalahan individu mulai dari permasalahan latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, kompotensi yang dimiliki dan permasalahan kebutuhan jabatan.
Bagi karyawan profesional itu sendiri karir adalah harapan. Hampir semua karyawan yang profesional berpendapat bahwa mereka bekerja untuk karir yang lebih baik. Artinya karir telah tersusun menurut tingkatan jenjang yang mereka akan lalui. Ilustrasi dapat digambarkan jika seorang pada usia 30 tahun masuk kerja di suatu perusahaan, dengan latar belakang pendidikan sarjana, kompetensi manajerial bagus, mungkin sudah melalui fit and proper test dll, diterima sebagai karyawan pimpinan (IIIA) di suatu perusahaan X. Lima tahun kemudian, jika tanpa halangan dan sesuai dengan CARRIER MAP ( sebuah peta/tangga karir) maka das sein : setiap 3 tahun, naik golongan,sehingga kurang dari 19 tahun ia bekerja, atau pada usia 49 tahun orang tersebut akan menjadi Kepala Bagian (Manajer Puncak). Tetapi das sollen mengatakan lain, bahwa seorang berkarir tidak cukup hanya memiliki beberapa yang dipersyaratkan manajemen saja. Faktor lain di luar persyaratan dapat mengintervensi karir seorang, sehingga kenyataan dapat melenceng jauh dari harapan. Identifikasi penyebab intervensi itu antara lain : 1. Kemantapan do'a; 2. Keikhlasan menerima; 3. Komunikasi dan Negosiasi; 4. Kesabaran dan Rasa Bersyukur ; 5. Semangat melakukan usaha.
Demikian terima kasih atas perhatiannya.
Bagi karyawan profesional itu sendiri karir adalah harapan. Hampir semua karyawan yang profesional berpendapat bahwa mereka bekerja untuk karir yang lebih baik. Artinya karir telah tersusun menurut tingkatan jenjang yang mereka akan lalui. Ilustrasi dapat digambarkan jika seorang pada usia 30 tahun masuk kerja di suatu perusahaan, dengan latar belakang pendidikan sarjana, kompetensi manajerial bagus, mungkin sudah melalui fit and proper test dll, diterima sebagai karyawan pimpinan (IIIA) di suatu perusahaan X. Lima tahun kemudian, jika tanpa halangan dan sesuai dengan CARRIER MAP ( sebuah peta/tangga karir) maka das sein : setiap 3 tahun, naik golongan,sehingga kurang dari 19 tahun ia bekerja, atau pada usia 49 tahun orang tersebut akan menjadi Kepala Bagian (Manajer Puncak). Tetapi das sollen mengatakan lain, bahwa seorang berkarir tidak cukup hanya memiliki beberapa yang dipersyaratkan manajemen saja. Faktor lain di luar persyaratan dapat mengintervensi karir seorang, sehingga kenyataan dapat melenceng jauh dari harapan. Identifikasi penyebab intervensi itu antara lain : 1. Kemantapan do'a; 2. Keikhlasan menerima; 3. Komunikasi dan Negosiasi; 4. Kesabaran dan Rasa Bersyukur ; 5. Semangat melakukan usaha.
Demikian terima kasih atas perhatiannya.
Senin, 04 Oktober 2010
FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN
Fungsi Manajemen terdiri dari Planning (P), Organizing (O), Actuating (A) dan Controlling (C) masing-masing fungsi tersebut kita coba untuk dicontohkan (diilustrasikan) dalam organisasi nyata sebagai berikut :
1. Planning
Fungsi yang pertama dalam manajemen adalah perencanaan. Dalam kenyataannya tidak ada seorangpun di dunia ini yang melakukan sesuatu tanpa rencana. Rencana dapat dipergunakan sebagai pedoman (indikator) apakah usaha kita sudah sesuai seperti yang dituju (diinginkan). Perusahaan telah memiliki asset setidaknya ada 3 (tiga) kategori asset (sumber daya) yakni sumberdaya manusia, sumberdaya finansial dan sumberdaya alam. Dengan ketiga sumberdaya ini maka kita mulai mengatur (mengelola) perusahaan melalui tahapan POAC. Contoh yang paling mudah jika kita ingin mengelola SDM (sumberdaya manusia),maka perlu ada perencanaan SDM, tentang berapa jumlah karyawan kita yang akan diperlukan untuk mengelola perusahaan, bagaimana tingkat karir planningnya dsb. Perencanaan SDF (sumberdaya finansial) adalah mengatur berapa uang (dana) yang kita miliki,kemudian bagaimana kita belanjakan sehingga nanti menghasilkan laba, mengembangkan skala perusahaan dsb. Perencanaan SDA (sumberdaya alam) adalah mengatur asset lain di luar SDM dan SDF misalnya berapa lahan produktif, bangunan untuk fasilitas usaha kita, lantas bagaimana pula merencanakan agar SDA yang kita miliki ini dapat menghasilkan laba yang besar, efektif dalam penggunaan dan efisisen dalam pembiayaan.
2. Organizing
Organizing merupakan penataan sumberdaya secara sistematis yang ditujukan untuk mengelola usaha agar sesuai dengan tujuan perusahaan, yakni untung yang besar. Mengorganisasi sumberdaya dalam implementasi adalah mengatur berapa orang yang memiliki pekerjaan tertentu, siapa yang bertanggung jawab, bagaimana mengatur finansial (pembukuan), bagaimana mengatur sumberdaya alam (asset) perusahaan (administrasi) dan semua dilakukan supaya terjadi sinkronisasi di antara sumberdaya tersebut.
3. Actuating
Actuating sama dengan mengarahkan. Pengarahan dilakukan oleh Manajer/Pimpinan atau pemimpin di bawahnya (supervisor) untuk melakukan pengarahan supaya sumberdaya yang dimiliki dikelola dengan baik, efektif dan efisien. Tujuan akhir supaya para sumberdaya ini dapat berjalan selaras, sesuai dengan tujuan yang diinginkan oleh manajemen.
4. Controlling
Pekerjaan yang paling sulit adalah controlling yakni mengevaluasi kinerja mulai dari fungsi perencanaan, pengorganisasian, dan pengarahan. Semua dievaluasi berdasarkan norma-norma perusahaan. Contoh apakah dalam realisasi anggaran yang dikeluarkan sudah sama dengan rencananya, atau di atas rencana atau bahkan di bawahnya, apakah SDM nya bekerja sudah sesuai dengan norma tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dsb.
Sampai disini.
1. Planning
Fungsi yang pertama dalam manajemen adalah perencanaan. Dalam kenyataannya tidak ada seorangpun di dunia ini yang melakukan sesuatu tanpa rencana. Rencana dapat dipergunakan sebagai pedoman (indikator) apakah usaha kita sudah sesuai seperti yang dituju (diinginkan). Perusahaan telah memiliki asset setidaknya ada 3 (tiga) kategori asset (sumber daya) yakni sumberdaya manusia, sumberdaya finansial dan sumberdaya alam. Dengan ketiga sumberdaya ini maka kita mulai mengatur (mengelola) perusahaan melalui tahapan POAC. Contoh yang paling mudah jika kita ingin mengelola SDM (sumberdaya manusia),maka perlu ada perencanaan SDM, tentang berapa jumlah karyawan kita yang akan diperlukan untuk mengelola perusahaan, bagaimana tingkat karir planningnya dsb. Perencanaan SDF (sumberdaya finansial) adalah mengatur berapa uang (dana) yang kita miliki,kemudian bagaimana kita belanjakan sehingga nanti menghasilkan laba, mengembangkan skala perusahaan dsb. Perencanaan SDA (sumberdaya alam) adalah mengatur asset lain di luar SDM dan SDF misalnya berapa lahan produktif, bangunan untuk fasilitas usaha kita, lantas bagaimana pula merencanakan agar SDA yang kita miliki ini dapat menghasilkan laba yang besar, efektif dalam penggunaan dan efisisen dalam pembiayaan.
2. Organizing
Organizing merupakan penataan sumberdaya secara sistematis yang ditujukan untuk mengelola usaha agar sesuai dengan tujuan perusahaan, yakni untung yang besar. Mengorganisasi sumberdaya dalam implementasi adalah mengatur berapa orang yang memiliki pekerjaan tertentu, siapa yang bertanggung jawab, bagaimana mengatur finansial (pembukuan), bagaimana mengatur sumberdaya alam (asset) perusahaan (administrasi) dan semua dilakukan supaya terjadi sinkronisasi di antara sumberdaya tersebut.
3. Actuating
Actuating sama dengan mengarahkan. Pengarahan dilakukan oleh Manajer/Pimpinan atau pemimpin di bawahnya (supervisor) untuk melakukan pengarahan supaya sumberdaya yang dimiliki dikelola dengan baik, efektif dan efisien. Tujuan akhir supaya para sumberdaya ini dapat berjalan selaras, sesuai dengan tujuan yang diinginkan oleh manajemen.
4. Controlling
Pekerjaan yang paling sulit adalah controlling yakni mengevaluasi kinerja mulai dari fungsi perencanaan, pengorganisasian, dan pengarahan. Semua dievaluasi berdasarkan norma-norma perusahaan. Contoh apakah dalam realisasi anggaran yang dikeluarkan sudah sama dengan rencananya, atau di atas rencana atau bahkan di bawahnya, apakah SDM nya bekerja sudah sesuai dengan norma tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dsb.
Sampai disini.
Senin, 27 September 2010
PENGANTAR MANAJEMEN
Manajemen berasal dari kata "to manage" artinya mengelola. Secara umum,manajemen perusahaan adalah pengelolaan perusahaan. Unsur yang dikelola adalah 6 M (Men, Money, Machines, Methods, Materials, and Market. Karakteristik Manajemen ditandai dengan : - ada orang, ada kerjasama, ada wadah (perusahaan) ada tujuan.
Proses manajemen meliputi : Input - Process - Output (goal. Input terdiri dari 6 M; Proses adalah seluruh 6 M yang dikelola untuk mencapai tujuan perusahaan. Tujuan perusahaan adalah profit. Pengelolaan harus efektif dan efisien. Pengelolaan perusahaan untuk mencapai profit, dilaksanakan berdasarkan fungsi-fungsi manajemen antara lain :
Planning - bagaimana merencanakan program agar perusahaan dapat mencapai laba
Organizing - bagaimana menyusun orang, dan alat-alat organisasi sehingga mencapai perusahaan yang profit.
Actuating - Directing - mengarahkan
Controlling - mengevaluasi.
surabaya, 22 September 2010.
Proses manajemen meliputi : Input - Process - Output (goal. Input terdiri dari 6 M; Proses adalah seluruh 6 M yang dikelola untuk mencapai tujuan perusahaan. Tujuan perusahaan adalah profit. Pengelolaan harus efektif dan efisien. Pengelolaan perusahaan untuk mencapai profit, dilaksanakan berdasarkan fungsi-fungsi manajemen antara lain :
Planning - bagaimana merencanakan program agar perusahaan dapat mencapai laba
Organizing - bagaimana menyusun orang, dan alat-alat organisasi sehingga mencapai perusahaan yang profit.
Actuating - Directing - mengarahkan
Controlling - mengevaluasi.
surabaya, 22 September 2010.
Langganan:
Postingan (Atom)
